everything have changed

Long time no see my blog. Yah, banyak kejadian udah berlalu. Sekarang rambut gue udah gak warna asli lagi hoho, menjajal dunia cat rambut dan hasilnya warna merah burgundy lah pemenangnya. Ga begitu terang sih, masih ada perpaduan warna hitamnya juga. Paling jelasnya kalau kena cahaya matahari aja.

Ohya, gue sempet menang kuis dr acara selebrita trans7 loh, hadiahnya tiket konser Pitbull tgl 1 September 2013 di gandaria city kemarin. Sayangnya, gue ga bisa ambil dan kepaksa ngerelain tuh tiket gitu aja. Ada alasan dibalik gabisanya gue buat ambil tuh tiket. Iya, gue kebanyakan mikir jangka panjangnya. Hahaha. Pertama, mau ambilnya sih sempet aja, orangnya mau nungguin sampe jam 9 malam. Kedua, konsernya kan minggu nah seninnya gue udah masuk kuliah, kalo gue pergi minggunya otomatis bakal cape total seninnya krn paginya kerja sorenya msh hrs kuliah. Dan tau apa akibatnya krn sifat gue yg selalu mikir jauh? GUE NYESEL MAMEN !! Nyesel pake banget. Anjirrr coba pikir, kapan lagi gue pny kesempatn nonton konser gratisan??

 

Okelah, lupakan kesedihan itu.

 

Skrg gue udh jadi mahasiswi semester 3 loh~ perjalanan masih panjang. Udah gitu gue dibikin pusing sama SBAA krn harus kumpulin formulir konsentrasi jurusan. Galau cing. Pilihan ada dua dan itu berat banget milihnya. Pemeriksaan akuntansi atau akuntansi perpajakan. Semua gue suka. Semua ada plus minusnya. Kalau gue pilih auditing, gaji gede tp harus rela dinas jauh dan jam plg yg bisa ngalahin jadwal ronda hansip. Kalo perpajakan, mesti rela pacaran sama pasal2 dan sebagainya. Tp pada akhirnya gue milih perpajakan. Mikir 5 menit doang krn baru inget kalo wktu itu udah hari terakhir buat kumpulin. Kelimpungan deh.

 

Film baru semakin keren aja. Belakangan ini gue habis nntn The Conjuring yg katanya dinobatkan sbg film terhoror di tahun ini, gue jg nntn Percy Jackson sea of monster dimana Logan Lerman semakin cakep aja u,u dan gue baru tahu ternyata percy jackson bukunya sampe 5 seri !

 

Hm, segitu dulu deh cuap-cuapnya. See you next post 😀

 

-c-

Advertisements

Nonton film seri yang lagi booming, ngerti banget apa ikut-ikutan?

Gue perhatiin, film-film terbaru dibioskop yang lagi booming itu kebanyakan lanjutan film sebelumnya yah. Kayak Ironman 3, Fast and Furious 6, bahan Monster University yang bakal keluar juga sebagai prekuel Monster Inc.
Yang jadi pertanyaan, mereka-mereka yang nonton itu kebanyakan udah nonton dari awal seri film atau hanya ikut-ikutan trend biar gak dibilang ketinggalan jaman?
Antrian tiket dibioskop boleh panjang, tapi coba tanya satu-satu (kalo saking bosennya nunggu) mereka tau gak cerita sebelumnya gimana?
Temen-temen gue aja, gue tanyain mereka malah bilang gatau tapi mau nonton.
Tapi emang sih yah, itu hak mereka mau nonton apa. Cuma geli aja pas tau ternyata mereka sama sekali gatau cerita sebelumnya tapi sok-sok’an mau nonton. Aneh.
Gue sendiri kalo emang filmnya aneh dan gak tertarik, tetep gak bakal nonton. Ngerasa bakal buang-buang duit aja.
Nonton biar tau jalan cerita dan punya pengetahuan sm suatu film? Nggak gue banget. Biasanya kalo mau nonton film, gue sebelumnya liat trailer video sama sinopsisnya dulu. Film oke, baru nonton. Tapi gak melulu di bioskop, cekak boo duitnya >< nunggu 3 minggu pas DVDnya keluar aja gitu u,u

Kalau kalian, nonton suatu film itu passionnya apa sih?

[LIRIK LAGU] We Own It – 2 Chainz & Wiz Khalifa

[Verse 1: 2 Chainz]
Money’s the motivation, money’s the conversation
You on vacation, We gettin paid so
We on paycation,
 I did it for the fam
It’s whatever we had to do, it’s just who I am
Yeah, it’s the life I chose

Gunshots in the dark, one eye closed
And we got it cooking like a one-eyed stove
You can catch me kissing my girl with both eyes closed
Perfecting my passionthanks for asking
Couldn’t slow down so we had to crash it
You used plastic, we ’bout cash
I see some people ahead that we gon’ pass

[Pre-hook: Wiz Khalifa]
I never feared death or dying
I only fear never trying

I am whatever I am,
Only God can judge me, now I’m

[Hook: Wiz Khalifa]
One shot, everything rides on tonight
Even if I’ve got three strikes
I’mma go for it

This moment, we own it
And I’m not to be played with
Because it can get dangerous
See these people I ride with

This moment, we own it

[Verse 2: Wiz Khalifa]
And the same ones that I ride with,
Be the same ones that I die with
Put it all out on the line with,

If you looking for me you can find Wiz
In the new car or in the crown with

My new broad, thats a fine chick
And the wonder squad, I’m down with
Ain’t no way around it
What you say, tell me what you say
Working hard, reppin for my dogs, do this everyday,
Takin’ off, looking out for all, makin sure we ball,
Like the mob all you do is call
Catch you if you fall,
 Young Khalifa

[Pre-hook: Wiz Khalifa]

[Hook: Wiz Khalifa]

[Verse 3: 2 Chainz]
(I ride or die for love)
This the biggest day of my life
We got big guns, been graduated from knives
It’s the day in the life and I’m ready to ride
Got the spirit, I’m feelin like a killer inside
Financial outbreak, I’m free but I ain’t out yet
Ridin with the plug so I’m close to the outlet
At the red light, rims sittin off set
I look better on your girl than her outfit

[Verse 4: Wiz Khalifa]
Stuck to the plan, always think that we would stand up, never ran
We the fam and loyalty never change up
Been down since day one, look at where we came from
Jumpin out on anybody who try to say some one thing about it
Got a problem, I got the same one
Money rolls, we fold
Plently clubs we closed
Follow the same code
Never turn our backs, our cars dont even lose control

[Hook: Wiz Khalifa]

 

sumber : http://rapgenius.com/2-chainz-and-wiz-khalifa-we-own-it-fast-and-furious-lyrics

All about E-Commerce

Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet.

Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu:
1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;
3. Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.

Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.

Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).

Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.

Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format digital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.

Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai berikut :
1. Presentasi electronis (Pembuatan Website) untuk produk dan layanan.
2. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
3. Secar otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening maupun nomor kartu kredit).
4. Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi.

Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.
4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.

Banyak sekali yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu :
1. Pembelian buku melalui online.

 

http://www.bukukita.com

2. Pembelian elektronik melalui online.

 

www.fastncheap.com

3. Pembelian kendaraan melalui online.

 

http://extensions.joomla.org

4. Pembelian pakaian melalui online, dll.

www.namshi.com


Didalam dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negativenya.
Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).

Dampak negativenya, yaitu :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

 

http://suiryuk.wordpress.com/2012/10/17/pengertian-e-commerce/

http://unindrax1eione.wordpress.com/e-commerce/definisicontoh-dan-dampak-e-commerce/

Gadis sejuta mimpi

Apa sih mimpi lo?

Kalo ditanya, gue bakal jawab panjang lebar karena gue seorang pemimpi. Banyak yang pengen gue lakuin, banyak yang pengen gue dapetin dan banyak yang pengen gue banggain.

Dari kecil, pasti mimpi kita hampir sama. Pengen jadi dokter anak, pilot, astronot, guru, artis, etc. Tapi makin beranjak dewasa, mimpi itu hilang termakan usia. Lo semua bakal mikir realitas. Hidup gak berjalan sesuai kemauan lo. Lain halnya kalau lo didukung oleh orangtua yang ngerti banget sama finansial yang memadai.

Gue sendiri waktu kecil kepengen banget jadi guru, tapi langsung berubah sejak gue gak suka sama namanya belajar. Gue anti sama matematika. Gimana bisa jadi guru kalau matematika aja dangkal banget gue. Sempet juga kepengen jadi dokter, tapi gue anti banget sama yang namanya suntikan.

Menjelang SMP, gue kepengen jadi Librarian sama akuntan. Kenapa Librarian? Kenapa akuntan? Gue mikir aja, pasti keren kalau bisa kerja didalam perpustakaan dengan segunung buku. Gue bakal puas baca dan makin nambah ilmu! Akuntan? Dari SMP gue suka pembukuan padahal anehnya gue anti matematika. SMK pun gue ambil jurusan akuntansi.

Hidup emang keras dan gak berjalan sesuai mau kita. Entah kenapa gue sekarang malah nyesel masuk kuliah jurusan akuntansi. Kenapa gak sastra karena skrg gue kepengen banget jadi penulis. Banyak sebenernya penulis dengan latar belakang gak cuma dari sastra. Cuma jadinya otak gue penuh dengan angka-angka. Kayak otak kanan gue lagi mati rasa aja.

Iya, gue pengen jadi penulis. Jalannya belum terang. Gue ikut lomba dan gagal. Tuhan belum ijinin. Tapi gue masih terus berusaha.

Mimpi semua orang bisa keliling dunia! Setuju?

Gue pengen banget liat menara Eiffel, masuk ke museum Notre Dame, naik ke Arch de Triomphe, liat patung Yesus Penebus di Brazil, ikut misa di katedral Roma bareng Paus, ke korea sama jepang !

Gue banyak maunya. Gue banyak mimpinya.

Hidup emang keras. Tapi kita perlu punya mimpi untuk bikin hidup kita seimbang dengan mikirin hal menyenangkan tentang mimpi itu.

Keep dreaming and make it come true ! 

 

cheers,

 

-t-

Kesaksian Jim Caviezel

Tokoh sentral cerita Yesus Kristus dipercayakan kepada Jim Caviezel yang juga dikenal sebagai orang yang taat beragama. Sebelumnya, Jim dikenal berkat perannya di film-film berkualitas seperti The Thin Red Line, Frequency, dan The Count of Monte Cristo. Aktris Eropa Maia Morgenstern berperan sebagai Bunda Maria, dan Monica Belluci didapuk sebagai Maria Magdalena.

Penggagas film kontroversial ini, yang sekaligus merangkap sebagai sutradara, adalah Mel Gibson. Bagi Anda pecinta film, namanya pasti sudah tidak asing lagi karena mempunyai beberapa film box-office seperti What Women Want, The Patriot, The Sign, dan masih banyak lagi.

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of Jesus Christ”. Ini Kesaksiannya,…

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN2 KECIL DALAM FILM2 YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL ” THE THIN RED LINE”. ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya,
menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.
Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor
pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain.
Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?”
Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red Line”.

Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus
memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!
Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya?
Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanya an tersebut membingungkan saya, karena begitu banya referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini.
Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang
dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.
Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin menjadi jalan hidup saya.

Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.
Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan
semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.
Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang
satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan.

Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat
mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak
mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.
Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa
salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu.

Saya bekata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini.

Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih
ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus.
Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm.

Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan. Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian
penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang bisa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwaNya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan.

Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang. Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia sadar!”.
“Apa yang telah terjadi?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ…

Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.
Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan”? Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri.
Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa. Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. Amin.

Sumber : Terangdunia Mailinglist

Jim-Caviezel-plays-Jesus--007

the_road_to_golgatha

JimCaviezel4

Dongkol setengah mampus

beberapa minggu terakhir ini gue ngerasa dongkol banget. super duper dongkol !

why?

kerjaan gue bener-bener gak masuk akal kalo mengingat gaji gue yang sebatas UMR.

merasa nggak adil, jelas iya.

tapi gue bisa apa?

gue selalu nggak enakan tiap nolak. jabatan gue sebagai asisten bagian penjualan cuma bisa bikin gue terpaksa terima tuh kerjaan yang dilimpahi ke gue.

orang minta dibantuin, gue bantu. tapi mereka ngapain? malah makin leha-leha gue perhatiin. keliatan jelas kalo mereka memanfaatkan tenaga gue. makin hari makin pusing, nggak pernah gue pulang kerja dalam keadaan fit. selalu sakit kepala bahkan sampai malam. ditambah gue kuliah, bunuh aja deh gue ~

belum masalah orang yang selalu nebeng sama gue. yang satu ini sih bener-bener deh yah. bayangin aja, ngajak gue ngomongnya kalau udh mo pulang. disangka gue tukang ojek yang punya fasilitasnya apa? emang sih dia bayar bensin, tapi ngeliat gayanya nggak banget deh.

gue tau motor dia rusak. tapi seenggaknya kumpulin kek duit bakal servis tuh motor. atau beli baru seenggaknya. jangan hidup sok mewah tp bakal kendaraan yang lebih penting buat sehari-hari aja nggak mampu. mending kalo nebengnya cm pas pulang pergi kerja, lah ditambah sama pergi kuliah !

babik emang.

sumpah, gue kepengen pindah kerja aja kalau begini caranya. apa yang gue punya selalu dimanfaatkan.